Do’a Anak Kecil

Standar

Suatu ketika Umar Bin Khattab  e.a. bertemu dengan anak kecil di sebuah jalan di tengah kota Madinah. Beliau menghampiri anak itu dan berkata dengan penuh kasih sayang, ” Nak, berdoalah pada Allah yang Maha Pengasih agar merahmati kita semua.”

Para sahabat heran dan berkata, ” Wahai amirul mu’minin, Bagaimana Anda meminta kepada seorang anak kecil  untuk berdoa pada Allah. Padahal Anda, adalah salah satu dari Sepuluh sahabat yang di jamin masuk syurga?.”

Umar menjawab .” Aku memintanya berdoa justru karena dia masih kecil, karena catatan Allah belum berlaku atasnya. Belum ada suatu dosapun yang pernah di lakukannya dan karena itu do’anya di kabulkan. Sedangkan kita telah menjadi dewasa, kita dalam kegelimangan dosa dan kesalahan. Catatan Allah telah berlaku atas kita.”

Sayyidina Ali bercerita:
Suatu hari Nabi kedatangan tamu.
“Wahai Rasul, saya telah bermaksiat kepada Allah. Sucikanlah saya.”
“Apa maksiatmu itu?” Tanya Nabi.
“Saya malu mengatakannya.”
“Kamu malu menceritakan dosamu kepadaku, tetapi tidak malu kepada Allah yang selalu melihatmu. Berdiri dan menyingkirlah dari sisiku sebelum api turun menimpa kami.”
Ia pergi dengan merana, putus asa dan menangis.

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad. “Mengapa engkau putus asakan pelaku maksiat yang memiliki pelebur dosa sekalipun banyak dosanya?”
“Apa pelebur dosanya?” Tanya Nabi.
“Ia punya anak kecil. Setiap ia pulang anak kecil itu menyambutnya. Lantas laki-laki itu memberikan makanan atau sesuatu yang membuat gembira anak kecil tersebut. Apabila anak kecil itu bergembira maka itulah penebus dosanya.”
Nyatalah bahwa kegembiraan anak-anak adalah pelebur dosa dan menyelamatkan dari neraka. Sebagaimana firman Allah:
“Harta dan anak-anak kalian sesungguhnya adalah cobaan. Allah mempunyai pahala yang besar.” (Al Qur’an).

Rasulullah bersabda, ” Bagaimana pendapatmu wahai sahabatku, kalau sebuah sungai berada di depan pintu rumah salah satu dari kalian, dan ia mandi setiap hari lima kali. Apakah masih tertinggal kotoran di tubuhnya?’ Jawab para sahabat,” Tidak ya Rasulullah.” Rasulullah melanjutkan, ” Demikianlah shalat lima waktu. Allah menghapus dosa-dosa kalian dengan mengerjakannya.” (HR. Buhgari dan Muslim).

Kesucian diri dari dosa adalah salah satu kunci Allah mengabulkan doa-doa kita. Adalah lebih baik bagi seorang muslim membersihkan dirinya dari segala dosa sebelum memohon dan bermunajat kepada Allah.

Iklan

Tinggalkan Tanggapan atau masukan Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s