Ketika Semuanya pergi

Standar

Segala sesuatu yang ada dibumi ini pasti akan hilang kapan pun itu, hanya Allah yang tidak akan pernah hilang sampai kapan pun. Semua yang pernah dimiliki, yang diciptakan pasti akan kembali ke Penciptanya lagi. Suatu saat pasti akan diambil kembali oleh Allah SWT. Kita sebagai manusia hanya bisa menanti kapan semua yang dititipkan dan diberikan pada kita itu diambil.

Seorang hamba baru selesai bermunajat pada Allah SWT, Seorang temannya menghampiri. Teman yang sudah lama tidak bertemu. Temannya berkeluh kesah kepadanya tentang apa yang menimpanya belakangan ini. Usahanya yang jatuh, rumah tangganya yang guncang, dan hal-hal lain yang membuatnya hanya bisa menghela nafas. Ia berkata,” Beratus kali do’a telah ku panjatkan, tapi rasanya Allah enggan mengabulkan.” Sering terdengar dari lisannya hal-hal yang ia sesali, ” Coba kalau dahulu aku tudak melakukan hal itu pasti nasibku tidak akan seperti ini.”

Hamba itu tersenyum. Ia ingat sebuah ayat dari Kalamullah ,

” Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi [1]; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang [2]. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

[1]. Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan. [2]. Maksudnya: kembali kafir lagi.

Dalam sebuah nasihat kepada para sahabatnya, Rasulullah Saw. Bersabda,” Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih di sukai Allah daripada orang beriman yang lemah, Bersemangatlah untuk mengerjakan sesuatu, janganlah mengucapkan , ” Seandainya aku berbuat begini tentu akan terjadi begini dan begitu”. Tapi katakanlah,” Apa yang di tentukan Allah dan Apa yang di kehendaki-Nya pasti akan terjadi.” Sebab, kata “seandainya”  itu akan memberi jalan pada setan untuk menguasai.” (HR. Bukhari)

Temannya itu bertanya ,” Apakah dahi yang menghitam karena beribadah pada Allah dapat menyelesaikan permasalahan hidup?” Sambil tertawa temannya itu menunnjuk dahi yang hitam. Ia hanya tersenyum. Ia sadar, segala ujian hidup yang datang bisa jadi tidak akan pernah selesai seperti apa yang di inginkan dan di harapkan. Tapi Allah Maha menyelesaikan dan Maha Barkehendak. Tidak pernah ia berburuk sangka terhadap apa yang telah Allah tetapkan kepadaNya. Allah pasti memilih yang terbaik, dan paling baik untuk hamba-hamba-Nya. Itulah penyelesaian dari segala permasalahan hidup.

Bagaimanapun nantinya, semua yang pernah menjadi milik Kita  sekarang didunia, pasti akan kembali hilang dan diambil kembali oleh pemiliknya yaitu Allah SWT. Tidak ada yang abadi didunia ini. Semua berdasarkan kehendak dari Allah, apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi begitu saja tanpa ada persiapan apapun dari kita. Hanyalah Allah yang kekal dan abadi. Tiada lain yang bisa kekal dan abadi selain Allah SWT. Bumi ini, tempat kita hidup selama ini pun, suatu saat nanti pasti akan binasa dan hilang begitu saja.

Rasulullah Saw, bersabda,” Tidak ada sesuatupun yang lebih di cintai Allah dari pada dua” tetes” dan dua “bekas”, yaitu ‘ tetesan air mata kerinduan kapada Allah’ dan ‘tetesan darah yang mengalir karena berjuang di jalan Allah,. Adapun dua bekas yaitu ‘bekas luka ketika berjuang pada jalan Allah, dan ‘ bekas yang di sebabkan oleh ibadah kepada Allah Swt.” (HR. At-tirmidzi)

Iklan

Tinggalkan Tanggapan atau masukan Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s