Apa yang Kita dengarkan di Pertanggungjawabkan

Standar

Dalam menjalani Kehidupan tentunya sebagai manusia saling berhubungan, tidaklah salah manusia itu saling berkomunikasi, bertukar pengalaman, namun ketika seseorang sudah melampaui batas seperti membicarakan kejelekan-kejelekan orang lain, ataupun kekurangan-kekurangan orang lain, merupakan  kesempatan besar  bagi setan dalam mencari teman untuk di hari nanti. bukankah kalian tahu orang yang membicarakan selain Kebesaran Allah, KenikmatanNya,  lama kelamaan dalam perbincangan tersebut sedikit banyaknya akan terjerumus dalam ghibah, menggunjing, mereka berdalih sebagai pengetahuan saja, sebagai cerita yang harus di ambil pelajarannya, dan masih banyak alasan dalam melakukannya. Sekiranya Rasulullah masih ada di samping kita, mungkin beliau bertanya “daging bangkai siapa yang sudah engkau makan?,,,  karena Rasulullah pernah bersabda bahwa orang yang ghibah(ngrasani: B.Jawa) di ibaratkan orang yang sedang memakan daging bangkai (mayit) orang yang di omongkan. Sudikah kalian untuk itu. .? Tidaklah heran ketika seseorang yang sedang membicarakan orang lain sangat enak, nyaman, asyik, , , karena mereka sedang makan daging bangkai. Belum lagi adzab yang akan di terima baik di dunia yaitu rizki di sempitkan, urusan tak kunjung selesai belum lagi di akhirat kelak.

Pada suatu hari Ibnu Abu Zakariya, jika sahabat-sahabatnya berbicara, atau berbincang-bincang panjang lebar tentang sesuatu selain mengingat Allah. dia bersikap seperti domba yang tidak peduli. Namun apabila berbicara tentang mengingat Allah, dia yang sangat sungguh-sungguh mendengarnya. Rasulullah bersabda : “Kedua telinga itu juga bisa berzina yaitu dengan menguping (mendengarkan rahasia Orang lain)”. Oleh sebab itu beliau memberi petunjuk kepada umatnya untuk selalu berlindung dari kejahatan pendengaran. Beliau memerintahkan membaca : “YA ALLAH aku berlindung dari kejahatan diri ini.” Jangan anggap remeh perasaan atau suara hati, walau sedikit.

Pendengaran adalah jalan menuju hati. Allah menguji orang -orang yang beriman dengan firmanNya “Apabila mendengarkan perkataan yang tidak bermanfaat (sia-sia), mereka berkata; Bagi kami amal kami, bagi kalian amal kalian.’ Kesejahteraan atas diri kalian. Kami tidak mau bergaul dengan orang-orang yang jahil”.(Q.S. Al-Qashas). Orang yang benar-benar Allahlah sebagai tujuan hidupnya tidak akan mendengarkan setiap ucapan yang sia-sia, dan tidak membiarkan pendengarannya mendengarkan segala sesuatu yang di larang oleh Allah. Karena pendengaran akan di pertanggung jawabkan, dan di tanya oleh Allah SWT. di akhirat kelak. Allah berfirman; ” Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati akan di minta pertanggungjawaban.” (Al-Isro ; 36)

Iklan

Tinggalkan Tanggapan atau masukan Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s