Category Archives: ISLAM hanya diam, ILMUnya di Curi.

Barat pencuri ilmu islam , ,

Standar

Peradaban Islam telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi peradaban Barat, namun masih banyak yang mengabaikan kenyataan itu.

Kita di cekokin pendidikan yang tidak memandang peradaban islam, mereka hanya tahu penduplikat ilmu, mereka tahu Isaac Newton, tapi mereka tidak tahu Tsabit bin Qarah yang telah menemukan teori gravitasi seratus tahun sebelumnya,  Matematika punya al-khawarizmi, Kedokteran punya ibnu Sina, ilmu filsafat punya Al-biruni, Ibnu Khaldun dikenal sebagai bapak sosial politik , astronomi punya Ibnu al-Shatir, dan bahkan, konsep robotika modern juga ada! Subhanallah..(Al-Jazari namanya).

Barat menuduh kaum muslimin sebagai kaum yang bengis, dan agamanya adalah agama yang jumud, anti ilmu, anti pemikiran serta kreatifitas dalam seluruh segemen. Ini adalah penghinaan murni kepada Islam dan umatnya. Kaum muslimin terdahulu, adalah pembawa obor ilmu pengetahuan, membangun pilar-pilar peradaban Islam yang telah menerangi dunia ini, dan hingga sekarang tetap meneranginya.Memang benar, kaum muslimin mengetahui peradaban-peradaban umat sebelumnya, dan mereka mengambil manfaat pelajaran darinya dan bahkan menambahkannya, membenarkan yang benar, lalu mereka membuat kreasi baru di setiap lapangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan di saat Eropa dalam kegelapan. Kemajuan Eropa di segala bidang yang telah diraihnya pun tak terlepas dari peradaban Islam dan kaum muslimin.

Kejadian-kejadian dan penemuan-penemuan yang telah ditemukan oleh tokoh-tokoh ilmuwan muslim terdahulu jarang diwacanakan atau diinformasikan kepada kita. Sebaliknya, – pada masa kejayaan islam- dimanipulir oleh Barat., lalu mereka menisbatkan penemuan-penemuan tersebut kepada tokoh-tokoh mereka. Sebagai contoh, Isaac Newton, , Barat menobatkan ia sebagai penemu teori gravitasi bumi. Padahal, Tsabit bin Qarah telah menemukan teori itu seratus tahun sebelumnya daripada Newton.

“Banyak kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan ini yang diterima sebagai fakta di kalangan akademisi khususnya sejarawan, tapi kebanyakan masyarakat luas-karena sifat alamiah sistem pendidikan-sama sekali tidak menyadari darimana sebenarnya semua itu berasal.

Profesor al-Hassani yang menguasai ilmu teknik mekanik, memanfaatkan manuskrip yang berasal dari abad ke-13 untuk membuat rekonstruksi pompa air dan mesin-mesin pengangkut alat berat yang canggih. “Teknologi di balik ilmu mekanik ini sangat luar biasa canggih untuk masa itu dan akhirnya melahirkan mesin-mesin yang sampai saat ini masih digunakan oleh mobil-mobil.
Musisi dan perancang busana terkenal dari abad ke-9 bernama Ziryab, yang melakukan perjalanan dari Irak ke Andalusia, Spanyol, adalah tokoh yang memperkenalkan konsep makan tiga kali sehari.

Sementara itu, minat kalifah al-Ma’mum pada bidang astronomi, mendorongnya untuk membangun sejumlah observatorium besar dilengkapi dengan peralatan astronomi yang canggih dan berhasil menemukan analisa-analisa tentang perbintangan yang sangat mengagumkan.

Pada suatu waktu, Pihak penyelenggara pameran, Foundation for Science, Technology and Civilisation yang berbasis di Manchester berharap, mampu mendorong adanya audit terhadap kurikulum nasional untuk memastikan bahwa kurikulum itu mengakui prestasi-prestasi yang dihasilkan peradaban Islam serta meningkatkan pengetahuan yang luas tentang perpindahan peradaban dari abad ke abad.

“Bagi kebanyakan siswa sekolah, sejarah ilmu pengetahuan hampir tidak tersentuh dan jauh dari jangkauan. Kita perlu mengubah cara kita menjelaskan tentang kemajuan peradaban di sekolah-sekolah kita,” kata Yasmin Khan, manajer proyek pameran.

Tahun lalu, pemerintah Inggris menolak upaya yang dilakukan kelompok kerja bidang pendidikan yang mengusulkan agar seluruh sistem pendidikan harus menanamkan ‘nilai-nilai yang lebih mencerminkan Islam dan peradabannya.’

Profesor Mark Halstead, seorang dosen pendidikan moral di Plymouth University menyatakan, perlu adanya pelatihan yang lebih baik bagi para guru untuk mengajarkan kurikulum pelajaran tentang kontribusi peradaban Islam.

“Islam perlu diberi tempat yang sama dengan sejarah kelompok lainnya seperti sejarah Romawi dan Yunani kuno. Ketika Eropa hidup dalam abad kegelapan, peradaban Islam justru berkembang pesat, dan kemajuan pada periode ini lebih relevan dengan perkembangan dunia modern sekarang ini dibandingkan dengan pada masa Mesir Kuno dan Aztek,” paparnya.

Ketika berbicara tentang masa lalu kaum muslimin bisa jadi sebagian orang –muslim- merasa kurang tertarik bahkan terkesan tidak mau membicarakannya. Inilah buah dari pendidikan kita yang sekuler, Islam tidak diperkenalkan secara komprehensif sebagai peradaban yang agung dan mulia namun hanya diperkenalkan sebagai sebuah ‘agama’ belaka, bukan sebagai sebuah aturan hidup di segala bidang (Idiologi).

Gambaran Islam sebagai sebuah peradaban secara objektif yang terdiri dari aspek kebudayan materi (madaniah) dan kebudayaan inmateri (Tsaqafah) sedikit sekali kita temukan dibuku-buku standar pendidikan kita hingga hari ini.

Peradaban Islam yang dibangun oleh kebudayan materi (madaniah) yaitu hasil karya fisik yang disyariatkan maupun yang bersifat mubah, yaitu produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun kebudayaan inmateri (Tsaqafah) yaitu berupa pemikiran yang berfondasikan aqidah dan syariah islam yaitu aturan beribadah dengan sang pencipta, aturan pergaulan, ilmu ekonomi, pendidikan, aturan pemerintahan, kemiliteran, aturan hukum, hingga aturan berhubungan dengan luar negeri.

Dalam ranah sejarah, harapan membangun kaum muslimin bangga terhadap Agamanya sehingga ingin mengamalkan agamanya dan memperjuangkannya, justru terbalik, karena yang ditemukan dalam sejarah Peradaban Islam ternyata kejumudan, penindasan, pengkhianatan, pembunuhan, kerakusan, dsb. Apa sebab? Ternyata yang kita baca selama ini referensinya kebanyakan dari para orientalis barat yang jelas-jelas membenci islam.

Imbas dari pandangan negatif terhadap Sejarah Peradaban Islam adalah dimarjinalkannya ilmu-ilmu islam lainnya. Aqidah dikaji secara dangkal, difahami sebagai Rukun Iman belaka yang dicukupkan untuk dihapal dan dilisankan, bukannya untuk perlihatkan, diamalkan. Syariah sering didengung-dengungkan tetapi mengkajinya jarang-jarang.Bahasa arab dipinggirkan. Al-Qur’an lebih banyak dilagukan daripada dijadikan petunjuk dan pedoman kehidupan. As-Sunnah sering diperbincangkan namun contoh Rasulullah seringkali diacuhkan. Padahal tidak akan terlihat idealitas keagungan dan kemuliaan Islam tersebut apabila tidak difaktual dalam kehidupan. Saya rasa sedang kita rasakan saat ini. Itulah kiranya fakta kemunduran umat muslim saat Ini.