Category Archives: Tercengang Melihat Gunung

Kehebatan Allah, Fakta ilmiah tercengang melihat gunung , ,

Standar

Rasulullah SAW. bersabda, “Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi bergoyang dan menyentak, lalu Allah menenangkannya dengan gunung.”

Gunung merupakan pasak atau paku bumi, artinya gunung yang kita lihat di atas permukaan bumi merupakan kepala paku, tentunya lebih pendek di bandingkan panjang paku yang menghujam ke dasar lapisan bumi. Kalau tak ada paku ini tentunya bumi akan bergentar dan goncang.

Dalam Al Quran kita temukan kata gunung sebanyak 49 kali. Di antaranya, 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang.

sebagian ayat seperti surat An-Nahl ayat 15, yang artinya, “Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,”

Di ayat Al-quran yang lain , gunung diumpamakan sebagai “pasak”:

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (AnNaba : 6-7)

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

untuk memahami, lihatlah gambaran di bawah ini :

Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung punya bagian yang menusuk jauh ke bawah yang ga kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

” Bagaimana mungkin Nabi SAW. yang buta huruf dan hidupnya di abad ke-6 di tengah masyarakat padang pasir, bisa mengetahui tentang gerakan horisontal lithosfer humi yang berfungsi menstabilkan goncangan? Subhanallaah. .

sejak tahun 1620-an, para ilmuwan seperti Francis Bacon dan RPF Placer dari Prancis mengamati kemungkinan bahwa dahulu benua Amerika, Eropa, dan Afrika pernah menyatu. Pada 1858, Antonio Snider mengemukakan konsep Continental Drift, mengambangnya benua-henua. Kemudian menurut ahli geologi Austria, Eduard Suess, semua benua dulunya memang menjadi satu, diberi nama Godwanaland. Sedangkan ilmuwan Jerman, Alfred Wegener menamakannya Pangea.

Namun, teori-teori itu belum mendapatkan pengesahan, sampai tahun 1960-an saat ditemukannya bukti-bukti meyakinkan hahwa benua-benua memang bergerak.

Kecepatan pergerakan itu 1 cm per tahun di Laut Arktik, 6 cm per tahun di khatulistiwa, sampai 9 cm per tahun di jalur pegunungan. Dan itu adalah 1400 tahun setelah Al-Quran memberitahukan tentang konsep gunung kepada manusia! Allaahu Akbar

Teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi herupa 12 lempeng lithosfer setebal 5 sampai 100 km mengapung di atas substratum plastis (astenosfer), yang tebalnya sampai 3000 km. Lempengan itu bergerak secara horisontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan terlipat ke atas dan ke bawah, melahirkan gunung-gunung.

Misalnya, tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkan formasi rantai pegunungan Himalaya dengan puncak tertingginya Gunung Everest dgn
ketinggian 8,848 km, terbentuk mulai 45 juta tahun yang lalu. Pose akhir terbentuknya glinting ditandai dengan akar yang jauh menancap ke dalam bumi. Hal ini menyebabkan melambatnya pergerakan lempeng lithosfer.


ltulah fungsi gunung. Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antar lempeng akan lebih drastis dan mungkin membahayakan kehidupan.

sumber bacaan ;

http://gumuxranger.web.id

http://hudarabbanii.blogspot.com

Iklan