Category Archives: Kenikmatan Dunia itu Menipu

Nikmat Dunia itu semu

Standar

Keinginan yang kita raih, terasa hambar ketika kita mendapatkannya. Ketika hari-hari melelahkan, peras keringat, banting tulang tiap pagi dan sore bekerja, tanpa mengenal waktu. Semangat juang kita tinggi untuk menjadi budak keinginan kita sendiri. Sadar ataupun tidak,  sesuatu yang kita raih dengan susah payah terkadang hanya sebentar saja rasa itu kehilangan daya pikatnya setelah kita memperoleh keinginan kita malah semakin menjadi-jadi keinginan kita.

Terkadang apa yang kita inginkan belum tentu menjadikan hidup kita lebih baik. Tetapi apa yang kita dapatkan sekarang adalah hal yang terbaik yang Allah pilihkan untuk kita. Mensyukuri apa yang ada, jauh lebih baik dari pada mereka yang mencari lebih dari kebutuhannya di dunia ini.

Kenikmatan apapun yang kita raih di dunia ini bersifat semu dan menipu, memperdayakan kita bagaikan fatamorgana yang terlihat elok jauh di pelupuk mata, namun ketika dekat terlihat hanya tumpukan pasiryang kering kerontang.

Sadarkah kita nikmat yang belum kita dapatkan terasa indah,,?. Ketika Kita menginginkan makanan yang lezat, favorit bagi Kita. Sebelum mendapatkan, rasanya begitu lezat membayangkan untuk memakannya sampai menelan air mulut kita sendiri. Kadang sampai berhari-hari kita rasakan, semakin dekat waktu memakannya semakin indah terasa. Tetapi, ketika kita sudah meletakan makanan tersebut di mulut kita, sedikit demi sedikit, hilang rasa semuanya, kalaupun kita merasakan hanya segejap saja,Begitu mulai terasa hilang tak berbekas. Saat yang lain ketika tidak ada muncul kembali keinginan tersebut.

Begitulah hidup ini, Rasulullah mengingatkan kepada lita, ” Hiduplah kalian di dunia iniseperti seorang musafir yang hanya berteduh sebentar kemudian melanjutkan perjalanannya kembali.” Artinya hidup kita hanyalah di niatkan untuk Allah semata, dan jauhi dari simbol dunia. Selaku musafir di dunia ini jangan pernah terikat dengan apa yang di temukan di perjalanan, karena mereka hanyalah sementara. Kita sadar tempat kembali Kita hanya kepada-Nya. Cukuplah taqwa sebagai bekal kita. Allah membagikan rizki kita tanpa mengurangi yang telah di tetapkan.

” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, perhiasan dan hanya bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, deperti hujan yang tanaman-tanamanyamengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menguningkemudian menjadi hancur.Dan di akhirat nanti ada azab yang keras san dan ampunan dari Allah serta keridlhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu ( Q.S. AL-HADID : 20)