Category Archives: Ternyata Dia ” Penghuni Syurga”

Siapa dia di juluki “Penghuni surga”

Standar

Suatu ketika Rasulullah duduk di masjid di antara para sahabatnya menunggu waktu shalat Ashar. Ketika sudah berkumpul para sahabat, Rasulullah mencari seseorang di sekitarnya. Tiba-tiba Rasulullah berkata  “Sebentar lagi seorang penghuni syurga akan masuk.” Semua mata tertuju kepada pintu masjid dan membayangkan orang yang luar biasa.

Tidak lama kemudian maka masuklah orang yang menjinjing alas kakinya, yang mukanya terlihat basah sehabis wudhu, orang yang sederhana. Dia orang biasa, tidak selalu dikenal di kalangan para sabahat karena berasal dari kampung. Para sahabat masih berpikir mungkin ada yang lain. Ternyata ketika tiba datangnya waktu Ashar itulah orang yang terakhir tadi.

Keesokan harinya, peristiwa itu terulang kembali. Nabi kembali berkata, “Sebentar lagi seorang penghuni syurga akan masuk.” Orang yang sama dengan keadaan yang sama kembali masuk masjid. Hal ini terulang ketiganya, maka timbulah rasa penasaran pada sahabat nabi, yaitu Abdullah ibnu Umar”.  Siapakah gerangan orang itu? Ibadah apa yang dilakukan sehingga Rasul mengatakan dia adalah ahli surga? Maka setelah usai sholat Ashar, Abdullah bin Umar mengikuti orang ini untuk dapat tinggal di rumahnya, melihat bagaimana ibadahnya. Hamba Allah yang dinyatakan sebagai ahli surga ini sudah tahu kalau dia diikuti, ia berjalan meliwati gang-gang kecil sampai akhirnya tiba di gubuk yang reyot. Menolehlah ia ke sahabat Abdullah bin Umar dan bertanya,” Ada apa yang menyebabkan engkau mengikuti dari masjid sampai ke rumahku?”

Abdullah bin Umar berkata, ”Tuan saya ingin bermalam di rumah tuan.” Lalu ia menjawab, ”Bagaimana kamu bisa tidur di rumahku, sedangkan rumahku kecil dan untuk keluargaku saja sudah susah. Jika kamu mau silahkah, tapi beginilah tempatku.” Setelah mendapat izin, Abdullah bin Umar memerhatikan apa yang dilakukan hamba Allah ini, kapan ia bangun tidur untuk melaksanakan shalat malam. Tapi sampai datangnya waktu subuh, ternyata orang itu tidak bangun malam. Ketika datang waktu subuh barulah ia bangun lalu ke masjid ikut sholat berjamaah dengan Rasul setelah itu pulang.
Kemudian Abdullah bin Umar berpikir, ibadahnya tidak lebih dari yang lainnya. Tapi mungkin ada amalan-amalan lainnya. Pagi hari orang itu bekerja menempuh perjalanan jauh. Ternyata di suatu tempat orang itu hanyalah pembuat batu.
Begitu menjelang waktu Dhuhur, begitu pula ia lakukan menuju masjid untuk sholat berjamaah dengan Rasul. Abdullah bin Umar yang penasaran bertanya, ”Saya ini bingung, beberapa waktu yang lalu Rasulullah berkata sampai tiga hari berturut-turut bahwa akan ada orang ahli surga. Tapi ibadah kamu sesuai dengan apa yang kami lakukan. Kewajiban-kewajiban yang kami lakukan, tidak jauh berbeda. Tapi mungkin kami dan para sahabat lainnya lebih dalam masalah ibadah.”
Hamba Allah ini berkata, ”Mungkin ibadahku kalah dari kalian. Tapi perlu kamu tahu, kemungkinan yang menyebabkan Rasulullah berkata seperti itu, karena suatu hal yang aku jaga dalam hidup, pertama lidahku tidak pernah aku gunakan untuk menyakiti orang lain. Artinya, aku tidak pernah berbuat gibah, aku tidak pernah memfitnah, aku tidak pernah berdusta, aku tidak pernah kotori lidah ini dengan perkataan buruk. Dan yang kedua wahai Abdullah bin Umar, hatiku tidak pernah iri dengan kelebihan yang dimiliki orang lain. Bahkan aku selalu bersyukur jika Allah memberikan karunia yang besar terhadap orang-orang yang disebelah aku.”
Ini suatu ikhtibar betapa antara hati dengan lidah tidak bisa dipisahkan. Maka jika kita bisa menjaga hati dengan baik, menjaga lidah dengan baik. Dan, percaya jika hati yang bersih dari rasa takabur, ria, syirik, iri, dengki serta penyakit hati lainnya, maka lidah secara otomatis akan menjadi baik. Itulah sebabnya Rasul pernah memberikan gambaran iman seseorang tidak akan surut sebelum hatinya surut. Hati tidak akan surut manakala lisannya lurus.
Betapa peranan hati menjadi sangat penting dalam kehidupan. Sebab itulah untuk menghilangkan berbagai penyakit di dalam hati, agar supaya lidah kita menjadi lurus, maka obat yang paling tepat tidak lain adalah selalu menyebut nama Allah. Berdzikir kepada Allah itulah obat yang sangat mujarab untuk meluruskan hati, meluruskan lidah kita di dalam hidup ini. Kenapa? Kita selalu berpikir di dalam hidup selalu berdoa pada Allah tapi belum dikabulkan. Mungkin, hati kita masih terdapat sifat-sifat yang jelek, masih ada dosa dalam diri kita, masih ada rasa takabur dalam hati kita. Itulah yang menyebabkan doa kita terhalang dengan penyakit-penyakit yang ada dalam hati.

Iklan